Kabar datang dari negara Paraguay. Alicia Pucheta bakal menjadi presiden perempuan Paraguay yang pertama dan menggantikan Presiden Horacio Cartes yang mana memutuskan untuk mengundurkan diri.

Alicia Pucheta Bakal Pimpin Sementara Saja

Alicia Pucheta yang berusia 68 tahun sekarang ini merupakan wakil presiden. Ia bakal mengisi kursi orang nomor 1 di Paraguay itu untuk sementara waktu saja sampai periode Cartes berakhir resmi pada bulan Agustus mendatang. Cartes sendiri memutuskan untuk mengundurkan diri agar dirinya bisa menjadi seorang senator. Ia telah mengajukan surat pengunduran dirinya secara resmi pada Kongres pada hari Senin (28/5).

Dikutip dari AFP, parlemen bakal memutuskan pengunduran diri Cartes pada esok hari, Rabu (30/5). Dan di hari yang sama, parlemen juga bakal melantik Pucheta sebagai presiden sementara Paraguay.

Sementara itu, pada tanggal 15 Agustus 2018 mendatang, politikus konservatif, Mario Abdo Benitez bakal memulai periode pertamanya sebagai seorang presiden untuk jangka waktu 5 tahun ke depan setelah dirinya memenangkan pemilu pada tanggal 22 April yang lalu.

Pengunduran diri Cartes ini disebut sudah lama diprediksi sebelumnya setelah pria berumur 61 tahun ini akhirnya terpilih menjadi anggota Senat pada pemilu bulan April yang lalu. pelantikan senator-senator sendiri dijadwalkan pada tanggal 30 Juni 2018 mendatang.

Peningkatan Peran Perempuan?

Seorang senator oposisi, Desiree Masi tidak menilai bahwa pengangkatan Pucheta sebagai kemajuan peran perempuan dalam bidang politik di Amerika Tengah tersebut. “Seorang wanita yang mana menunjukkan kepatuhan pada penguasa tidak mewakili kaum perempuan. Suatu hari, seorang wanita mesti bisa menjadi pemimpin melalui pemilihan umum,” katanya pada hari Selasa (29/5) ini.

Sementara itu, Lilian Samaniego, seorang senator dari Partai Colorado binaan dari Cartes pun menyambut baik penunjukkan Pucheta sendiri sebagai seorang presiden untuk menggantikan Cartes sementara sampai posisi itu dipegang oleh presiden baru Paraguay.

Lain halnya dengan Masi yang beranggapan bahwa Pucheta tidak mewakili peningkatan peran perempuan dalam bidang politik, Samaniego malahan beranggapan bahwa pengangkatan Alicia Pucheta ini bisa menjadi motivasi para kaum perempuan di Paraguay untuk bisa bersaing sehat guna memperjuangkan kesetaraan gender terutama di dalam dunia politik.

“Pengangkatan Pucheta ini bisa menjadi salah satu motivasi perempuan Paraguay untuk bisa melanjutkan perjuangan mendapatkan kesempatan mereka yang sama dengan para kaum pria,” ungkap Samaniego.

Paraguay pasalnya Cuma memiliki 8 orang perempuan dari total 45 kursi senator. Sementara itu, Cuma ada 11 orang perempuan dari totalnya 80 orang anggota majelis rendah parlemen Paraguay.

Paraguay yang berbatasan langsung dengan Argentina, Bolivia, dan juga Brasil itu masih dianggap menjadi negara yang paling miskin di Amerika Latin. Meskipun menikmati pertumbuhan ekonomi yang bisa dikatakan cukup konsisten pada masa kepemimpinan Cartes ini, pemerintah masih juga dianggap gagal mengentaskan masalah kemiskinan, maraknya perdagangan narkoba, juga budaya korupsi di negara itu.

Paraguay juga masih berada di peringkat ke-135 dari total 180 negara dalam indeks korupsi Transparancy International pada tahun 2017 yang lalu.

Paraguay tetap merupakan tanah perlawanan, yang menjadi warisan kediktatoran Jenderal Alfredo Stroessner pada tahun 1954-1989. Meskipun kampanye resmi untuk melawan korupsi endemic di sana, di Paraguay masih juga banyak kasus korupsi.

Dengan adanya presiden baru, baik itu Alicia Pucheta yang akan memimpin raja poker online sementara atau presiden baru Agustus mendatang, masyarakat ingin Paraguay menjadi lebih baik.