Presiden Amerika Serikat yang penuh kontroversim Donald Trump, menyatakan belasungkawanya pada Presiden Prancis, Emmanuel Macron atas kebakaran yang terjadi di Katredal Notre Dame hari Senin (15/4). Trump sendiri mengatakan bahwa negaranya siap untuk menawarkan bantuan bantuan untuk rehabilitasi Notre-Dame.

Amerika Serikat Siap Bantu Perancis

“Notre Dame tetap menjadi symbol Prancism termasuk kebebasan beragama dan juga demokrasi,” ungkap jubir Gedung Putih, Sarah Sanders dalam pernyataan resminya dilansir dari CNN Indonesia. Gedung Putih juga mengapresi peran dari Katredal Notre-Dame di peristiwa 9/11. Menurut mereka, Katredal Notre-Dame membawa pesan soal kemanusiaan untuk seluruh umat di dunia.

“Kami sangat ingat tentang hati yang bersyukur bahwasanya lonceng Notre Dame berdentang pada tanggal 12 September 2001, sebagai pengakuan togel sydney serius atas serangan tragis pada tanggal 11 September. Lonceng-lonceng itu lah yang akan berbunyi lagi,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya, kabar tentang kebakaran Notre Dame ini meluas setelah api terlihat menyala di atap katredal yang usinya mencapai 850 tahun itu sekitar jam 18.50 waktu setempat, Senin, 15 April 2019. Api terus saja membesar dan menyebar luas di puncak Menara gereja itu.

Emmanuel Macron, presiden Prancis segera bergegas ke tempat kejadian tersebut tidak lama setelah dirinya mendengar kabar kebakaran tersebut. Otoritas akhirnya langsung mengerahkan sebanyak 400 petugas dan juga 18 buah unit truk pemadam kebakaran untuk berusaha menjinakkan si jago merah.

Apparat prancis juga menyimpulkan bahwa kebakaran Katredal Notre-Dame ini adalah murni kecelakaan, bukan lah kebakaran yang disengaja. “Kami menyelidiki teori bahwa adalah sebuah kecelakaan,”ungkap Heitz dilansir dari CNN Indonesia.

Sayap Kanan Jerman Tak Yakin Kebakaran Notre-Dame Murni Kecelakaan

Meskipun sudah diberikan keterangan bahwa kebakaran ini adalah murni kecelakaan, hal lain disampaikan oleh Sayap kanan Jerman. Alice Weidel, pimpinan dari sayap kanan Jerman (AfD), mengaitkan kebakaran katredal Notre-Dame ini ada kaitannya dengan gerakan anti-Kristen menjelang di Eropa, menjelang perayaan paskah.

“Selama Pekan Suci #NotreDame terbakar. Maret: gereja terbesar kedua Saint-Sulpice terbakar. Februari: 47 serangan di Perancis,”ucapnya lewat akun Twitter pribadinya pada hari Selasa (16/4) kemarin. “Observatorium soal intoleransi dan juga Diskriminasi pada Orang Kristen di Eropa memaparkan bahwa ada peningkatan yang signifikan,” lanjutnya,

Di dalam kicauannya tersebut, Weidel pun menautkan sebuah artikel di majalah Katolik Jerman yang judulnya “Gereja-Gereja Katolik dinodai di Seluruh Perancis.”

Observatorium yang mana dikutip oleh Weidel ini adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang memiliki basis di Austria. Kelompok tersebut tak bisa segera dihubungi oleh pihak AFP. Tapi, observatorium tersebut tak menyinggung insiden kebakaran Notre-Dame dengan aksi anti-Krisetn di dalam riset yang pasalnya diunggah mereka di situsnya.

Sedangkan, sampai dengan saat ini apparat Prancis belum juga mengetahui apa yang sebenarnya menjadi penyebab kebakaran gereja legendaris yang selamat dari bombardir Perang Dunia II tersebut.

Tetap saja, mereka meyakini bahwa kebakaran itu terjadi karena kecelakaan. Restorasi intensif tengah berjalan di salah satu situs warisan UNESCO tersebut dianggap dapat memicu kebakaran. Memang, kebakaran Notre-Dame ini sangat mengejutkan dunia internasional. Sejumlah pemimpin negara kemudian mengutarakan empatinya pada insiden ini.

Seperti diketahui bahwa api mulai menyala dari atap Katredal Notre-Dame yang berusia 850 tahun itu kira-kira jam 18.50 waktu setempat. Dan sejak saat itu, api malah terus membesar dan menyebar ke puncak Menara gereja itu.