Bulan: Juli 2019

Cuaca Ekstrem Beberapa Daerah Di Indonesia Mengalami Kekeringan

Saat ini cuaca sedang tak menentu, kadang-kadang panas tetapi beberapa hari kemudian menjadi dingin. Atau kondisi berada pada cuaca yang ekstrem panas dan kekeringan.Belakangan juga banyak yang memberitakan jika beberapa daerah di Indonesia diperkirakan mengalami kemarau panjang.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut baca berita selengkapnya.

7 Kecamatan kabupaten Bogor Mengalami Kekeringan Parah

Seperti yang dilansir di tempo, DedeArmansyah, sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan untuk siap tanggap 3 bulan mendatang indikasi cuaca ekstrem. Hal ini terhitung dari tangal 1-30 Agustus.

Selain itu, Dede juga menuturkan untuk menunggu keluarnya berita dari Badan Meteorolog, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang status awas terhadap kekeringan.Jika ditilik data menunjukkan bahwa kekeringan terparah di kabupaten Bogor terjadi di Kecamatan Jonggol.

Dari data tersebut, masyarakat perlu waspada dan mempersiapkan segala kebutuhan untuk menghadapi kekeringan cukup panjang.Hal ini serupa dengan pernyataan yang disampaikan oleh Dede, secara garis besar menjelaskan jika beberapa daerah mengalami tingkat kekeringan yang berbeda-beda.Namun, tetap diperlukan tanggap darurat secara keseluruhan.

Jika secara administratif perlu ada peningkatan, hal ini untuk mengerahkan usaha yang optimal dan merencanakan jalan yang bisa ditempuh dalam jangka pendek. Mungkin salah satunya dengan cara bekerja sama dengan pihak swasta.

Berdasarkan dari catatan BPBD, ada 7 kecamatan di Bogor yang terindikasi akan mengalami kekeringan parah, diantaranya yaitu Kecamatan Jonggol, Tanjungsari, Cariu, Tenjo, Gunung Sindur, Parung panjang, dan Rumpin. Dede juga memberikan penjelasan kembali bahwa pihaknya stand by untuk siap siaga membantu jika diperlukan drop air bersih.

Damak dari kekeringan ini akan berpengaruh pada ketersediaan air bersih dan kebakaran. Dede menghimbau masyarakat judi togel hk untuk tidak membakar sampah sembarangan selama 3 bulan ke depan, karena ditakutkan bisa memercikkan api besar ke benda lainnya. Masyarakat juga perlu memahami kondisi cuaca kekeringan musim ini.Untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan bagi lingkungan.

Potensi Kekeringan Masyarakat Perlu Waspada

Selain daerah yang disebutkan di atas, daerah lain di Indonesia bisa jadi terindikasi dalam kondisi kekeringan pada bulan mendatang. Hadi Saputra sebagai Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Bogor, menjelaskan bahwa penetapan status tersebut hasil dari analisis curah hujan dalam 3 bulan yang akan datang. Selain itu, Hadi Saputra menjelaskan jika beberapa wilayah Jawa barat berpotensi mengalami kekeringan karena tidak diguyur hujan sama sekali.

Hadi menuturkan ada 12 daerah di wilayah Jawa Barat yakni Bogor, Bekasi, karawang, Subang, Purwakarta, Sumedang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Cianjur, Sukabumi, dan Indramayu. Maka masyarkat perlu mewaspadai sejak dini, beberapa caranya dengan menghemat air bersih untuk persediaan air selama bulan ke depan. Selain itu, dengan tidak menanam padi terlebih dahulu karena membutuhkan pengairan yang cukup banyak .potensi kekeringan ini bisa sampai November hingga beralih lagi ke musim hujan.

Salah satu penyebab dari cuaca yang tak mesti yaitu terjadinya EL Nino dalam kategori lemah. Yang mana kondisi mengalami perbedaan suhu, samudera pasifik dengan suhu lebih panas dibandingkan di daerah ini, sehingga menjadikan awan tidak terbentuk.

Jadi itulah review keadaan cuaca ekstrem yang menimpa beberapa wilayah di Indonesia. Kekeringan diperkirakan akan lebih lama dibandingkan tahun lalu, karena dari peninjuan tidak mengalami hujan. Oleh karena itu, masyarakat perlu berhemat air bersih untuk cadangan selama mengalami kekeringan.

{ Add a Comment }

Apakah benar jika Bumi tampil lebih Hijau karena Cina dan India?

Desas-desus kerusakan alam, eksploitasi besar-besaran, emisi gas karbon yang memprihatinkan, perubahan iklim yang tak menentu, seakan membawa bumi sedang dalam kondisi buruk. Namun, di tengah kondisi kurang baik tersebut, Nasa memberikan informasi menarik dan sejuk yang mana mengumumkan bahwa bumi saat ini tampil lebih hijau dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.

Benarkah jika sumbangan terbesar berasal dari Cina dan India?Seperti yang dilansir daritirto, bahwa hijaunya bumi tampak mencolok dari Cina dan India.Yang mana Cina menyumbangkan 25 persen area hijau secara global.Estimasi penghijauan dari Cina datang dari lahan hutan dengan 42 persen dan lahan pertanian sebesar 32 persen.

Temuan Bumi Terlihat Lebih Hijau

Sedangkan India berkontribusi 6,8 persen. Di mana penghijauan disumbangkan dari lahan pertanian sebesar 82 persen dan sebagian kecil hutan dengan 4,4 persen. Hal ini diutarakan pula oleh Chi Chen, Departemen Bumi dan Lingkungan di Universitas Boston Massachusetts yang terlibat penelitian NASA, menjelaskan bahwa Cina dan India berkontribusi sepertiga dalam penghijauan. Meskipun luas dari dua negara tersebut hanya sembilan persen dari daratan planet

Hal ini merupakan temuan yang mengejutkan karena bumi mengalami degradasi secara signifikan, yang sering terjadi pada negara-negara berkembang karena eksploitasi yang berlebihan. Bisa dibayangkan, jika negara-negara lain juga peduli dan sadar akan penghijauan. Maka tidak menjadi ilusi semata untuk penghijauan bumi kembali.

Kedua negara tersebut setelah mengalami deforestasi pada tahun 1970-1980 an, mulai sadar dan melakukan penghijauan kembali.Cina sendiri mengupayakan untuk melakukan reboisasi untuk mengurangi erosi tanah, polusi udara, dan perubahan iklim.Sementara, Cina sendiri melakukan kampanye reboisasi untuk menggaet lebih banyak orang untuk sadar terhadap lingkungannya.Sedangkan, India pernah mengadakan acara menanam pohon yang memukau, di mana 800.000 orang menanam 50 juta pohon dalam waktu seharian.

Temuan Nasa ini telah dipublikasikan di Nature sejak 11 Februari 2019 lalu. Dalam penelitian ini Nasa menggunakan instrumen satelit yang bernama Moderror Resolution ImangingSpectroradiometer (MODIS) untuk mengamatasi vegetasi bumi dari jarak 50 meter dia tas permukaan tanah.

Selama 20 tahun, Nasa telah memotret keadaan di banyak belahan bumi sebanyak 4 kali dalam sehari. Bukti inilah yang sebagai bukti yang menunjukkan bahwa bumi lebih hijau dibandingkan pada tahun 1990an.

Penelitian Lain Yang Menyatakan Hal Serupa

Penelitian lain yang menggambarkan hal serupa yaitu, ZaichunZu, dkk dalam penelitiannya yang berjudul Greening of The Earth and its Drivers (2016) bahwa penemuan NASA bukanlah hal baru. Penelitian ini yang dipublikasikan pada 25 April lalu juga menunjukkan bahwa bumi terlihat cenderung lebih hijau pada 30 terakhir.

Temuan ini juga berpijak pada temuan peta vegetasi global dari rentang tahun 1985-2001 an yang mana memperlihatkan bahwa daerah togel online sydney yang konsisten berada dalam area hijau yaitu Australia, Afrika Tengah, Lembah Amazon, Amerika Serikat bagian Tenggara, dan Eropa. Sedangkan daerah yang berwarna cokelat sekitar 4 persen mengalami kegersangan yang berada di Barat Laut Amerika Utara, dan Amerika Selatan bagian tengah.

Perbedaan dari kedua penelitian tersebut yakni, jika NASA menilai terlihatnya penghijauan bumi karena faktor kesadaran peduli lingkungan dari Cina dan India untuk reboisasi, sedangkan penelitian Zu, dkk mengindikasikan jika faktor-faktor tersebut berasal dari perubahan iklim itu sendiri. Jadi itulah review mengejutkan bahwa bumi juga mengalami beberapa penghijauan di beberapa area. Maka itu, setiap orang perlu sadar untuk merawat dan menjaga lingkungan supaya kerusakan tidak memperparah kondisi degradasi bumi saat ini.

{ Add a Comment }