Siapa yang tidak mengenal legenda sepak bola Diego Maradona? Dialah bintang lapangan dengan segudang prestasi dan ikonik. Kematiannya adalah kesedihan yang luar biasa dan dirasakan oleh seluruh penggemar di seluruh dunia. Setelah dilakukan penelitian, dikabarkan bahwa Maradona ditemukan penyebab kematiannya adalah karena menderita Parkinson. Meskipun begitu, tetap diteliti lebih dalam lagi kematian yang terus menjadi misteri dan terus dipertanyakan oleh para pemain sepak bola dan penggemar sepak bola.

Kematian Maradona Masih Misteri

Tanda tanya besar masih menggantung di dalam berita berita harian internasional mengenai kematian Maradona. Pemeriksaan lebih lanjut terus dilakukan dan berbagai penelitian dijalankan. Salah satu yang dilakukan adalah memeriksa rekapan dan cataatan telepon yang dikirimkan oleh orang orang yang berada di sekitar kehidupan Maradona. Memeriksa orang orang di sekitar maradona adalah untuk mengetahui bagaimana kehidupan privasi sang legenda dan kemungkinan kemungkinan yang bisa terjadi.

Leopoldo Luque adalah salah satu orang yang diperiksa. Luque merupakan orang yang mengurus Maradona. Selain Luque, ada Agustina Cosachov dan Carlos Diaz. Cosachov berprofesi sebagai psikiatris sedangkan Diaz adalah seorang psikolog. Ketiga orang tersebut telah terlibat dan pernah berbincang dengan Maradona tentang beragam hal yang dia rasakan semasa hidup. Ketiganya adalah orang medis yang telah memeriksa Diego Maradona dan memiliki catatan catatan mengenai pemain Argentina tersebut.

Meskipun Maradona sudah cukup lama meninggalkan semua orang. Namun kenangan dan bagaimana dia berkiprah di dalam dunia sepak bola memberikan banyak sekali kesan. Karenanya, kematiannya pun merupakan berita panas dan harus diketahui dengan jelas apa yang menjadi penyebab terjadinya hal tersebut. Ada tim medis yang menangani kondisi Maradona mulai dari bagaimana kondisi fisik maradona dan bagaimana kondisi psikis maradona. Tim medis ini juga yang menentukan obat apa yang akan dikonsumsi oleh Maradona supaya bisa kembali sehat dan fit.

Maradona Mengidap Parkinson

Beberapa catatan penting ditemukan dari tiga dokter atau orang ahli yang menangani Diego Maradona. Dalam laporan terbaru dikatakan beberapa indikasi yang dialami oleh maradona. Salah satu diantaranya mengatakan bahwa Maradona telah mengalami demensia karena terlalu banyak mengonsumsi minuman keras deposit slot via dana dan mengalami kecanduan alcohol. Hal ini terjadi cukup parah dan menjadi kian parah dari hari ke hari. Beberapa paparazzi memang pernah mendapati pemain bintang ini sedang berada di bar atau sedang meneguk minuman keras.

Selain itu, dicatat bahwa Maradona menderita Parkinson sehingga cukup kesulitan untuk melakukan hal dengan biasa. Tiga orang medis tersebut pun mengatakan bahwa obat yang diberikan kepada Maradona adalah obat yang kuat sehingga pada saat akan berulang tahun ke 60 di Bulan Oktober, pengobatan yang diberikan ke maradona dihentikan atau dikurangi sedikit supaya Maradona bisa tampil di depan khalayak ramai. Efek obat sangat mengganggu dan bisa membuat dirinya malah tidak terlihat sehat.

Hal lain yang terlihat dari Diego Maradona sebelum kematiannya adalah kebiasaan ingin terus tidur dan tidak berhenti tidur. Saat tidur pun Maradona terus mendengkur sehingga membuat banyak orang khawatir. Cara bernafasnya pun sangat tidak biasa. Di awal November tahun lalu Maradona sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi namun di akhir November Maradona harus menghembuskan nafas terakhirnya. Meninggalkan semua karir dan penggemarnya. Ada kanker otak di dalam dirinya namun kondisinya sempat stabil.