Browsing: Berita

Permintaan Ekonom Pada Pemerintah: Awasi Penyaluran BST

Sejumlah ekonomi memberikan pendapat mereka kalau pemerintah tetap tak boleh lengah untuk mengawal penyaluran bantuan sosial tunai atau BST untuk para masyarakat yang terdampak covid 19 khususnya di Jabodetabek tahun depan.

Ekonom Minta Pemerintah Tidak Lengah Awasi Penyaluran BST

Seperti yang sudah diberitakan bahwa ada skema BST yang merupakan pengganti dari bantuan sosial atau bahasa sembako kepada warga Jabodetabek tahun 2020 ini. Direktur dari research center of reform on Economic (Core) Piter Abdullah berkata bahwa bantuan tunai dapat menghilangkan moral Hazard yang datang dalam bentuk korupsi. Karena itulah pengawasan dari pemerintah tetap dibutuhkan.

“walaupun BRT bukan berarti aman dari penyalahgunaan. Pemerintah hendaknya mengembangkan sistem berbasis teknologi informasi supaya penyaluran bantuan ini bisa tepat sasaran dan tak disalahgunakan,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

Akan tetapi dirinya menilai apabila bantuan tunai jauh lebih baik dibandingkan dengan bantuan non tunai seperti misalnya tembakau dikarenakan bantuan tunai bahkan mendorong perputaran ekonomi di masyarakat. “ transaksi tidak dikuasai hanya satu kelompok saja yaitu kelompok elite. Tapi terjadi secara lebih luas di masyarakat bawah dan melibatkan banyak UMKM,” begitulah dirinya menjelaskan.

Tidak cuma itu bahkan dirinya juga menilai kalau bantuan tunai dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan dari para penerima bantuannya karena masyarakat belum tentu memerlukan sembako seperti yang selama ini disalurkan. “Kalau diberi sembako cenderung tidak bermanfaat. Sementara Kalau diberi uang tunai masyarakat bisa menggunakan uangnya untuk kebutuhan yang jauh lebih mendesak,” paparnya.

Kelemahan BST Yang Lainnya

Pendapat juga ditambahkan oleh ekonom dari Institute for development of economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara yang mengatakan bahwa distribusi BST ini mempunyai kelemahan yaitu membutuhkan biaya transfer. Lebih-lebih lagi kalau rekening penerima bantuan data hk 2020 adalah rekening dari bank swasta. Oleh karena itulah dirinya menyarankan kepada pemerintah memaksimalkan peran dari Bank BUMN untuk menekan biaya transfernya. 

“kalau menggandeng Bank Swasta tentu saja ada fee tambahan administrasi. Jadi ini pelajaran penting dari transfer subsidi gaji kemarin karena banyak yang menggunakan Bank Swasta ada fee-nya,” katanya. 

Akan tetapi dirinya sepakat dengan pendapat yang dinyatakan oleh Piter, bahwa dirinya juga merasa BST ini jauh lebih baik daripada pemberian sembako. Pemerintah dapat mengawasi dengan mudah aliran dana dari BRT ini karena semua data sudah terekam di perbankan. “ bantuan sosial berbentuk transfer tunai dari sisi pengawasan jauh relatif lebih mudah. Semua transaksi terekam di data perbankan jadi jumlah yang ditransfer bisa sampai ke penerima tanpa berkurang nilainya,” jelasnya lagi.

Kondisi ini jelas berbeda dengan bantuan sembako diamati rawan terjadi Poles (mark up) nilainya. Misalnya saja beras yang tadinya seharga Rp8.000 per kg ditulis menjadi Rp10.000 per kg nya ketika pengadaan barang bantuan. Belum lagi bisa terjadi permainan ataupun Kongkalikong antara pejabat dengan pihak pihak ketiga yang mana bertugas untuk menyediakan produk sembakonya. Oleh karena itu, Bhima menyebutkan apabila negara lainnya sudah mulai meninggalkan bansos, dan sebenarnya mereka sudah mengarah ke transfer tunai seperti misalnya di Finlandia dan Amerika Serikat. 

“Kasus Menteri Sosial ini jadi pelajaran penting bahwa bantuan berbentuk barang sangat rawan dikorupsi,” pungkasnya. Muhajir Effendi selaku pelaksana tugas (Plt) Menteri Sosial mengatakan bahwa pemerintah akan mengubah skema penyaluran Bansos Jabodetabek mulai dari tahun depan dan rencananya penyaluran Bansos pada masyarakat yang terdampak virus Corona ini bakal berupa BST atau bantuan tunai.

{ Comments are closed }

Apakah benar jika Bumi tampil lebih Hijau karena Cina dan India?

Desas-desus kerusakan alam, eksploitasi besar-besaran, emisi gas karbon yang memprihatinkan, perubahan iklim yang tak menentu, seakan membawa bumi sedang dalam kondisi buruk. Namun, di tengah kondisi kurang baik tersebut, Nasa memberikan informasi menarik dan sejuk yang mana mengumumkan bahwa bumi saat ini tampil lebih hijau dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.

Benarkah jika sumbangan terbesar berasal dari Cina dan India?Seperti yang dilansir daritirto, bahwa hijaunya bumi tampak mencolok dari Cina dan India.Yang mana Cina menyumbangkan 25 persen area hijau secara global.Estimasi penghijauan dari Cina datang dari lahan hutan dengan 42 persen dan lahan pertanian sebesar 32 persen.

Temuan Bumi Terlihat Lebih Hijau

Sedangkan India berkontribusi 6,8 persen. Di mana penghijauan disumbangkan dari lahan pertanian sebesar 82 persen dan sebagian kecil hutan dengan 4,4 persen. Hal ini diutarakan pula oleh Chi Chen, Departemen Bumi dan Lingkungan di Universitas Boston Massachusetts yang terlibat penelitian NASA, menjelaskan bahwa Cina dan India berkontribusi sepertiga dalam penghijauan. Meskipun luas dari dua negara tersebut hanya sembilan persen dari daratan planet

Hal ini merupakan temuan yang mengejutkan karena bumi mengalami degradasi secara signifikan, yang sering terjadi pada negara-negara berkembang karena eksploitasi yang berlebihan. Bisa dibayangkan, jika negara-negara lain juga peduli dan sadar akan penghijauan. Maka tidak menjadi ilusi semata untuk penghijauan bumi kembali.

Kedua negara tersebut setelah mengalami deforestasi pada tahun 1970-1980 an, mulai sadar dan melakukan penghijauan kembali.Cina sendiri mengupayakan untuk melakukan reboisasi untuk mengurangi erosi tanah, polusi udara, dan perubahan iklim.Sementara, Cina sendiri melakukan kampanye reboisasi untuk menggaet lebih banyak orang untuk sadar terhadap lingkungannya.Sedangkan, India pernah mengadakan acara menanam pohon yang memukau, di mana 800.000 orang menanam 50 juta pohon dalam waktu seharian.

Temuan Nasa ini telah dipublikasikan di Nature sejak 11 Februari 2019 lalu. Dalam penelitian ini Nasa menggunakan instrumen satelit yang bernama Moderror Resolution ImangingSpectroradiometer (MODIS) untuk mengamatasi vegetasi bumi dari jarak 50 meter dia tas permukaan tanah.

Selama 20 tahun, Nasa telah memotret keadaan di banyak belahan bumi sebanyak 4 kali dalam sehari. Bukti inilah yang sebagai bukti yang menunjukkan bahwa bumi lebih hijau dibandingkan pada tahun 1990an.

Penelitian Lain Yang Menyatakan Hal Serupa

Penelitian lain yang menggambarkan hal serupa yaitu, ZaichunZu, dkk dalam penelitiannya yang berjudul Greening of The Earth and its Drivers (2016) bahwa penemuan NASA bukanlah hal baru. Penelitian ini yang dipublikasikan pada 25 April lalu juga menunjukkan bahwa bumi terlihat cenderung lebih hijau pada 30 terakhir.

Temuan ini juga berpijak pada temuan peta vegetasi global dari rentang tahun 1985-2001 an yang mana memperlihatkan bahwa daerah togel online sydney yang konsisten berada dalam area hijau yaitu Australia, Afrika Tengah, Lembah Amazon, Amerika Serikat bagian Tenggara, dan Eropa. Sedangkan daerah yang berwarna cokelat sekitar 4 persen mengalami kegersangan yang berada di Barat Laut Amerika Utara, dan Amerika Selatan bagian tengah.

Perbedaan dari kedua penelitian tersebut yakni, jika NASA menilai terlihatnya penghijauan bumi karena faktor kesadaran peduli lingkungan dari Cina dan India untuk reboisasi, sedangkan penelitian Zu, dkk mengindikasikan jika faktor-faktor tersebut berasal dari perubahan iklim itu sendiri. Jadi itulah review mengejutkan bahwa bumi juga mengalami beberapa penghijauan di beberapa area. Maka itu, setiap orang perlu sadar untuk merawat dan menjaga lingkungan supaya kerusakan tidak memperparah kondisi degradasi bumi saat ini.

{ Add a Comment }