Browsing: Rekomendasi Film

Mau 3 Rekomendasi Film Horor Indonesia Terbaik?

Perayaan Halloween biasanya identik dengan berbagai macam keseraman dan juga kehadiran film horor  yang bisa jadi pelengkap ‘kemerihannya.’ Beberapa film horor terbaik Indonesia juga, jangan salah, bisa menemani Halloween anda di Indonesia. bahkan tidak kalah dengan horor luar negeri lainnya, lho. Berikut ini tiga film horor Indonesia terbaik yang dilansir dari CNN Indonesia yang layak ditonton ulang apalagi saat momen Halloween.

Keramat

Siapa yang tdak kenal dengan film Keramat? Film horor satu ini dirilis pada tahun 2009 yang disutradarai oleh Monty Tiwa. Film yang dibintangi oleh Poppy Sovia, Sadha Triyudha, Migi Parahita, Miea Kusuma, Diaz Ardiawan, Brama Sutasara dan Dimas Projosujadi ini berfokus pada sebuah tim produksi film yang berjudul Menari di Atas Awan. Mereka berangkat dari Jakarta ke daerah Bantul, Yogyakarta, dalam merangka melakukan syuting.

Tim tersebut terdiri dari sang sutradara perempuan yaitu Miea (Miea Kusuma), kemudian asisten sutradaranya bernama Sadha (Sadha Triyuda), menejer produksi Dimas (Dimas Projosujadi), dan juga dua pemain utamanya Diaz (Diaz Ardiawan) dan juga Migi (Migi Parahita). Selain itu ada Poppy (Poppy Sovia)dan juga cameramen Cungkring (Monty Tiwa).

Selama melakukan perjalanan sebagai pewawancara, dan merekam aktivitas tim produksi di Bantul, mereka dipandu aktor lokal bernama Brama (Brama Sutasara). Kondisi Migi kurang baik saat itu, apalagi setelah di mobil, tim diganggu seseorang yang mana menyuruh mereka untuk pulang. Sesampaikanya di desa terpencil untuk prses prasyuting banyak sekali keanehan yang terekam di kamera misalnya saja bunyi gamelan tiba-tiba, penampakan wanita berbaju Jawa, sampai dengan suara orang menangis.

Ragam konflik akhirnya terjadi di dalam produksi mereka akhirnya terjadim diikuti dengan sejumlah gangguan dari makhluk halus.

Pengabdi Setan

Film yang digarap oleh Joko Anwar ini adalah versi adaptasi dari horor lawas dengan judul yang sama di medio 80an. Pengabdi Setan yang versi Joko Anwar ini bercerita tentang perjuangan keras sebuah keluarga sesudah ibu mereka yang sudah lama menderita sakit parah akhirnya tiada.

Tak Cuma berjuang dengan kondisi ekonomi pas-pasan, mereka pun harus berhadapan dengan hantu yag wujudinya ibu mereka yang kembali lagi ke rumah mereka. film ini dibintangi oleh aktor dan juga aktris terjebak seperti misalnya Tara Basro, Dimas Aditya, Endy Arfian, Bront Palarae, Ayu Laksmi, M. Adhiyat, Egi Fedly, Asmara Abiagail dan Fachri Albar.

Teror ‘Ibu’ yang jadi ikon di film ini akhirnya berhaisl menjadikan Pengabdi Setan masuk ke dalam film terlaris 2017 dengan penonton yang tembus sampai dengan 4.206.103.

Kuntilanak

Film horor Indonesia selanjutnya adalah Kuntilanak.  kuntilanak merupakan film horor Indonesia indotogel yang mana dirilis pada tahun 2006. Cukup lama, bukan? film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini dibintangi oleh Julie Estelle sebagai pemeran utamanya, dan didukung juga oleh aktor dan aktris lainnya seperti Ratu Felisha, Evan Sanders, Ibnu Jamil, Alice Iskak, dan Lita Soewardi.

Kisahnya tentang Samantha yang mana memiliki kemampuan magis untuk memanggil sosok kuntilanak. Setelah kematian ibunya, dan mendapatkan gangguan-gangguan dari ayah tirinya, akhirnya Samantha yang kerap dipanggil Sam memutuskan untuk menyewa kamar kost di pinggiran kota. Kamar kost yang disewanya nampak angker dengan area pemakaman dan sebuah pohon beringin di depanya. Sam tahu dari penduduk sekitar, pohon beringin itu ditinggali oleh sesosok kuntilanak seram.

{ Add a Comment }

Dilan 1991: Kisah Akhir Romansa Dilan dan Milea

Film Dilan 1991 merupakan lanjutan dari kisah romansaDilan dan Milea yang resmi berpacaran pada film sebelumnya yaitu Dilan 1990. Dalam film kedua ini, penggambaran tokoh masih konsisten yaitu karakter Dilan yang sering melontarkan gombalan dan karakter Milea yang jatuh cinta kepada Dilan.Cerita dalam film ini menggambarkan bahwa dalam menjalani suatu hubungan, untuk mempertahankan hubungan tersebut tidak semudah yang dikira.

Karakter DilanMenjadi Lebih Matang

Karakter Dilan yang melekat pada novel maupun film pertama yaitu sosok anak yang badung dan suka merayu.Selain itu, diceritakan bahwa Dilan merupakan seorang anak remaja Bandar Bola yang emosional dan sering menghabiskan waktu bersama dengan geng motornya.Karakter tersebut sangat jelas diingatan penonton mengenai sosok Dilan.

Di film kedua ini, karakter Dilan yang demikian masih mendominasi hampir keseluruhan cerita di dalamnya.Akan tetapi, meski merupakan sosok remaja yang emosional, sosok Dilan masih dapat mengendalikan emosinya ketika berhadapan dengan lawan. Selain itu, pribadi Dilan juga terlihat lebih dewasa karena dia tidak akan menyerang musuhnya terlebih dahulu untuk melakukan balas dendam. Selain itu, sosok Dilan di film ini menjadi lebih humanis dan lebih matang daripada di film sebelumnya yang mana akan berubah sangat emosional ketika teman ataupun orang yang dia sayangi disakiti oleh musuhnya.

Karakter MileaMenjadi Posesif

Karena pada film sebelumnya berakhir ketika Dilan dan Milea resmi pacaran, pada film kedua ini ditampilkan sosok Milea yang menjadi lebih posesif terhadap Dilan. Jika pada film sebelumnya ditampilkan sosok Milea yang polos, jaim dan pemalu, pada film kali ini Milea menjadi lebih terang-terangan dan terbuka terhadap Dilan.

Karakter Milea mulai bersikap apa adanya dan tidak lagi menjadi sosok yang jaim ataupun pemalu. Selain itu, Milea juga mulai menjadi posesif dan mengatur apapun yang dilakukan oleh Dilan. Dikisahkan bahwa di siniMilea secara keras melarang Dilan untuk ikut serta dalam geng motornya dan mengancam akanputus jika tidak menuruti apa yang dikatakannya.

Banyak Terdapat Tokoh Baru

Pada film ini akan banyak bermunculan tokoh baru seperti misalnya Yugo yang merupakan sahabat masa kecil Milea, Tante Anis dan Herdi. Karakter yang memerankan ketiga tokoh baru tersebut yaitu Jerome Kurnia sebagai Hugo, MaudyKoesnaedi sebagai Tante Anis dan Andovi da Lopez sebagai Herdi yang merupakan suami Milea di masa depan.

Di film kedua ini Pidi Baiq juga menceritakan mengenai hubungan Milea dan Dilan yang tidak lagi harmonis.Hal tersebut karena Milea kembali pindah ke Jakarta yang mana semenjak saat tersebut Dilan mulai jarang menghubungi Milea.Hingga pada akhirnya kedua sosok ini tidak saling menghubungi karena urusan masing-masing dan membuat hubungan mereka berakhir.

Sutradara Sempat Mendapatkan Ancaman

Dalam menggarap film Dilan 1991 ini, Fajar Bastomi sebagai sutradara film sempat mendapatkan beberapa ancaman dari pembaca setia novel Pidi Baiq tersebut.Meskipun telah memperoleh berbagai prestasi dalam dunia perfilman, Fajar diancam oleh pembaca novel apabila sosok Herdi yang ditampilkan di dalam film tidak seperti yang terdapat di dalam novel.

Sebagai sosok suami Milea, pembaca mengharapkan karakter yang terdapat dalam film sama persis dengan yang ada di dalam novel. Apabila sosok tersebut tidak ditampilkan di dalam film, pembaca memberikan ancaman akanmemboikot gedung bioskop tempat film Dilan 1991 ini akan tayang.

{ Add a Comment }