Semakin dekat ajang turnamen badminton bergengsi, Thomas-Uber Cup 2018 di Thailand bulan Mei mendatang, skuad bulutangkis Indonesia terus melakukan persiapan dan evaluasi. Demi melihat pencapaian para atlet, PBSI sebagai induk organisasi badminton nasional menurunkan 30 pemain dalam ajang Kejuaraan Asia Bulutangkis di Wuhan, China pada 24-29 April 2018 ini.

 

Susy Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI kepada detiksport mengungkapkan jika PBSI menargetkan para atlet badminton Indonesia mampu membawa pulang minimal satu gelar di ajang Kejuaraan Bulutangkis Asia 2018. Salah satu tumpuan akan diberikan kepada ganda campuran terbaik Indonesia saat ini, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Menjawab tanggung jawab itu, pasangan senior ini berhasil mengalahkah ganda Jepang, Yuki Kaneko/Koharu Yonemoto hari Rabu (25/4) lewat dua gim langsung 21-18 dan 21-12.

 

Di babak penyisihan kedua, Owi/Butet akan berjumpa untuk kali pertama dengan wakil Thailand, Tinn Isriyanet/Pacharapun Chochuwong. Sayang, langkah Owi/Butet ini tak diikuti junior mereka, Praveen/Melati yang harus menyerah 16-21 dan 12-21 dari unggulan ketiga asal China, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Sementara itu ganda putra sudah meloloskan empat wakilnya ke babak utama yakni Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Berry Angriawan/Hardianto.

 

Hendra/Ahsan tampil perkasa dengan status juara movie Grup D usai menang mudah atas pasangan Brunei Darussalam, Ahmad Mahyuddin Haji Abas/Mohamad Fairie Syah Ruslan dengan skor 21-8, 21-15 dan pasangan Nepal, Dipesh Dhami/Ratnajit Tamang dengan skor telak 21-9, 21-7. Di babak utama, Hendra/Ahsan akan berjumpa dengan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

 

Marcus/Kevin Pilih Absen

 

Tidak adanya nama pasangan ganda putra terbaik di Indonesia sekaligus nomor satu di dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo memang sudah jadi keputusan PBSI. Menurut Susy, absennya Minions karena Marcus memang melangsungkan pernikahan di bulan April 2018 ini.Ketiadaan Marcus/Kevin ini justru jadi kesempatan berharga bagi Fajar/Rian untuk bersinar karena mereka jadi tumpuan utama PBSI.

 

Menurut Achmad Budiharto selaku Sekjen PBSI, sudah saatnya sektor ganda putra Indonesia memiliki pelapis dan tak hanya membebani Marcus/Kevin saja. Dipilihnya Fajar/Rian karena pasangan muda itu sudah masuk daftar 10 besar ganda putra terbaik dunia. Tak hanya pada Fajar/Rian, PBSI juga akan menanti perkembangan pasangan legendaris Hendra/Ahsan yang baru beberapa bulan ini rujuk kembali. Semakin bagusnya sektor putra ini jelas bisa memberi percaya diri pada target memboyong Piala Thomas ke Indonesia.

 

Tunggal Putri Beri Kejutan?

 

Sektor putri memang masih jadi PR besar PBSI terutama tunggal putri. Tak heran kalau Susy tidak terlalu mematok target muluk harus juara Asia atau bahkan dunia. Susy justru menargetkan PBSI bisa meloloskan sebanyak mungkin tunggal putri ke rangking 30 dunia dan jika beruntung bisa masuk delapan besar terbaik. Bahkan menurut Susy, sudah ada beberapa tunggal putri yang sempat jadi juara level Internasional Challenge (IC) dan kini ditarget menang di level Grand Prix (GP).

 

Hanya saja harapan Susy sepertinya masih butuh waktu. Karena Lyanny Alessandra Mainaky sudah kandas di babak kualifikasi oleh pemain Korea Selatan, Kim Hyo Min dengan skor 10-21, 10-21. Namun Indonesia sudah menempatkan dua wakil tunggal putri lain di babak utama yakni Hanna Ramadini dan Dinar Dyah Ayustine. Semoga saja Hanna dan Dinar mampu memberikan kejutan di sektor tunggal putri sebagai persiapan Uber Cup 2018.