Desas-desus kerusakan alam, eksploitasi besar-besaran, emisi gas karbon yang memprihatinkan, perubahan iklim yang tak menentu, seakan membawa bumi sedang dalam kondisi buruk. Namun, di tengah kondisi kurang baik tersebut, Nasa memberikan informasi menarik dan sejuk yang mana mengumumkan bahwa bumi saat ini tampil lebih hijau dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.

Benarkah jika sumbangan terbesar berasal dari Cina dan India?Seperti yang dilansir daritirto, bahwa hijaunya bumi tampak mencolok dari Cina dan India.Yang mana Cina menyumbangkan 25 persen area hijau secara global.Estimasi penghijauan dari Cina datang dari lahan hutan dengan 42 persen dan lahan pertanian sebesar 32 persen.

Temuan Bumi Terlihat Lebih Hijau

Sedangkan India berkontribusi 6,8 persen. Di mana penghijauan disumbangkan dari lahan pertanian sebesar 82 persen dan sebagian kecil hutan dengan 4,4 persen. Hal ini diutarakan pula oleh Chi Chen, Departemen Bumi dan Lingkungan di Universitas Boston Massachusetts yang terlibat penelitian NASA, menjelaskan bahwa Cina dan India berkontribusi sepertiga dalam penghijauan. Meskipun luas dari dua negara tersebut hanya sembilan persen dari daratan planet

Hal ini merupakan temuan yang mengejutkan karena bumi mengalami degradasi secara signifikan, yang sering terjadi pada negara-negara berkembang karena eksploitasi yang berlebihan. Bisa dibayangkan, jika negara-negara lain juga peduli dan sadar akan penghijauan. Maka tidak menjadi ilusi semata untuk penghijauan bumi kembali.

Kedua negara tersebut setelah mengalami deforestasi pada tahun 1970-1980 an, mulai sadar dan melakukan penghijauan kembali.Cina sendiri mengupayakan untuk melakukan reboisasi untuk mengurangi erosi tanah, polusi udara, dan perubahan iklim.Sementara, Cina sendiri melakukan kampanye reboisasi untuk menggaet lebih banyak orang untuk sadar terhadap lingkungannya.Sedangkan, India pernah mengadakan acara menanam pohon yang memukau, di mana 800.000 orang menanam 50 juta pohon dalam waktu seharian.

Temuan Nasa ini telah dipublikasikan di Nature sejak 11 Februari 2019 lalu. Dalam penelitian ini Nasa menggunakan instrumen satelit yang bernama Moderror Resolution ImangingSpectroradiometer (MODIS) untuk mengamatasi vegetasi bumi dari jarak 50 meter dia tas permukaan tanah.

Selama 20 tahun, Nasa telah memotret keadaan di banyak belahan bumi sebanyak 4 kali dalam sehari. Bukti inilah yang sebagai bukti yang menunjukkan bahwa bumi lebih hijau dibandingkan pada tahun 1990an.

Penelitian Lain Yang Menyatakan Hal Serupa

Penelitian lain yang menggambarkan hal serupa yaitu, ZaichunZu, dkk dalam penelitiannya yang berjudul Greening of The Earth and its Drivers (2016) bahwa penemuan NASA bukanlah hal baru. Penelitian ini yang dipublikasikan pada 25 April lalu juga menunjukkan bahwa bumi terlihat cenderung lebih hijau pada 30 terakhir.

Temuan ini juga berpijak pada temuan peta vegetasi global dari rentang tahun 1985-2001 an yang mana memperlihatkan bahwa daerah togel online sydney yang konsisten berada dalam area hijau yaitu Australia, Afrika Tengah, Lembah Amazon, Amerika Serikat bagian Tenggara, dan Eropa. Sedangkan daerah yang berwarna cokelat sekitar 4 persen mengalami kegersangan yang berada di Barat Laut Amerika Utara, dan Amerika Selatan bagian tengah.

Perbedaan dari kedua penelitian tersebut yakni, jika NASA menilai terlihatnya penghijauan bumi karena faktor kesadaran peduli lingkungan dari Cina dan India untuk reboisasi, sedangkan penelitian Zu, dkk mengindikasikan jika faktor-faktor tersebut berasal dari perubahan iklim itu sendiri. Jadi itulah review mengejutkan bahwa bumi juga mengalami beberapa penghijauan di beberapa area. Maka itu, setiap orang perlu sadar untuk merawat dan menjaga lingkungan supaya kerusakan tidak memperparah kondisi degradasi bumi saat ini.